Menciptakan
Perpustakaan Kota Menjadi WOW
dengan
Layanan “JAMILA”
Sumber :https://www.youtube.com/watch?v=3o_DembcdGI
Pemerintah membuat sebuah lembaga publik yang
bertugas untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan meningkatkan minat baca
terhadap masyarakat, lembaga tersebut adalah perpustakaan. Hal itu sesuai pada
pasal 3 Undang-undang No.43 Tahun 2007 tentang perpustakaan, bahwa perpustakaan
berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan
rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Perpustakaan
dibagi menjadi beberapa jenis diantaranya perpustakaan umum, perpustakaan
khusus, perpustakaan sekolah dan perpustakaan perguruan tinggi. Jenis
perpustakaan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat adalah perpustakaan umum. Menurut
Herman & Zen (2006: 3) mengatakan perpustakaan umum adalah perpustakaan
yang melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang,
status sosial, agama, suku, pendidikan,
dan sebagainya. Salah satu perpustakaan umum yang sangat berpengaruh
terhadap kesejahteraan masyarakat adalah perpustakaan kabupaten atau kota.
Pemerintah kabupaten atau kota berkewajiban
untuk menjamin penyelenggaraan perpustakaan di daerah dengan menjamin
ketersediaan layanan perpustakaan secara merata di wilayah masing-masing,
kemudian menyelenggarakan pelayanan dan pengelolaan perpustakaan sebagai pusat
sumber belajar masyarakat. Terbukti bahwa pemerintah peduli kepada masyarakat,
dengan didirikannya perpustakaan
kabupaten atau kota, dengan harapan ingin menghapus kebodohan yang masih
melanda di beberapa wilayah.
Perpustakaan kabupaten atau
kota merupakan perpustakaan yang diselenggarakan dari pemerintah dengan sasaran
semua masyarakat di Indonesia, sehingga biaya yang berasal dari masyarakat akan
dikembalikan lagi kepada masyarakat melalui layanan perpustakaan, adapun biaya
dari masyarakat berupa pajak, dan retribusi. Pemerintah menyediakan tiap satu kota
terdiri satu perpustakaan, padahal masyarakat dalam satu kota sangat banyak, dan
jarak antara pemustaka dengan perpustakaan tidak selalu dekat, sehingga
permasalahan utama yaitu pada jarak. Semakin jauh jarak perpustakaan maka
semakin jarang pengujungnnya. Hal itu terbukti bahwa daerah yang jauh dari perpustakaan kota maka
daerah tersebut merupakan daerah yang
masyarakatnya jarang datang ke perpustakaan. Selain itu kepuasan
pemustaka sangat perlu diperhatikan, karena tujuan utama perpustakaan memberikan
kepuasan bagi pemusataka. Menurut menurut Sulistyo- Basuki (1992, 204) adanya kepuasan pemustaka akan timbul karena
terdapat beberapa faktor yang salah satunya yaitu kecepatan pemberian layanan
informasi. Kecepatan itu memang diperlukan, sehingga pustakawan harus sigap
melayani jika ada pemustaka yang menginginkan informasi. Oleh karena itu
pustakawan yang selaku pengelola perpustakaan harus bisa menciptakaan suatu
perpustakaan yang WOW. Arti dari perpustakaan WOW bahwa bagi pemustaka yang sudah
pernah datang ke perpustakaan akan selalu teringat dengan perpustakaan tersebut
sehingga akan membuat pemustaka tersebut datang kembali.
Ada salah satu
perpustakaan kota yang sangat unik, sehingga membuat perpustakaan itu WOW.
Perpustakaan itu adalah Perpustakaan Daerah Kota Yogyakarta. Layanan yang
diberikan yaitu Jaminan Kepuasan Layanan Pustakawan (JAMILA). Adanya layananan tersebut membuat pustakawan
siap mengantarkan buku sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dengan layanan
tersebut masyarakat akan terasa terbantu dalam mendapatkan informasi.
Perpustakaan Daerah Kota Yogyakarta menetapkan enam titik antar yang mewakili
sudut-sudit dikota Yogyakarta diantarnya Pasar Seni dan Kerajinan XT-Square,
Kelurahan Benerdan Petinggen TegalRejo. Layanan ini hanya berlaku untuk anggota
perpustakaan saja agar pustakawan bisa memastikan bahwa buku yang dipinjam
tidak hilang. Peminjaman buku hanya dibolehkan meminjam dua buku saja dengan
jangka waktu peminjaman selama satu minggu.
Cara untuk meminjam buku, pemustaka tidak harus datang ke perpustakaan
tetapi bisa meminjam buku melalui online, sms, dan telefon hal itu bertujuan
untuk mempermudahkan pemustaka dalam mencari informasi dan memanfaatkan
teknologi yang sekarang ini sedang berkembang pesat.
Daftar Pustaka
Hermawan, R & Zen, Z. (2006). Etika Kepustakawanan: Suatu Pendekatan
terhadap profesi dan
Kode Etik Pustakawan
Indonesia. Jakarta: Sagung Seto.
Sulistyo-Basuki.
(1992) Teknik dan Jasa Dokumentasi. Jakarta,Gramedia
pertanyaan lanjutannya, bagaimana impact dari keberadaan perpustakaan?
BalasHapus