A Library of the Future


A Library of the Future
Arti perpustakaan sekarang ini bukanlah seperti dulu lagi, perpustakaan seperti kita ketahui merupakan salah satu penyedia dan penyalur informasi yang sangat berarti di dunia informasi. Pada abad 21 dunia perpustakaan mendapat tantangan baru untuk menyalurkan informasi dengan menggunakan protokol elektronik melalui sebuah jaringan komputer. Menurut Qalyubi (2007: 365) menjelaskan tujuan pengembangan sistem komputer perpustakaan untuk tugas-tugas yang diemban oleh perpustakaan dapat diselesaikan secara lebih akurat, cepat dan terkontrol. Melihat kondisi sekarang ini rata-rata perpustakaan hanya berpicu pada pemanfaatan koleksi buku saja, tidak ada inovasi lain yang berkembang. Masih sedikitnya kepedulian terhadap pemustaka, sehingga pelayanan terhadap pemustaka seperti kenyamanan dan kemudahan tidak didapatkannya. Target utama  hanyalah bagaimana koleksi bisa terpelihara dan tersebar. Untuk itu perlu adanya sebuah perubahan, dengan terus berkembangnya zaman  maka harus menciptakan  a library of the future.
            Untuk bisa mewujudkan sebuah a library of the future yang baik maka bisa dicontoh perpustakaan “Taipei City Library” yang mengemas perpustakaan dengan sangat baik. Perpustakaan ini membuat sebuah perpustakaan masa depan yang baik dengan menjadikan perpustakaan an inspiration, an opportunity, a place linking together, connecting us, to the community, to the wordl, a hub of life long learning.
            Jenis perpustakaan disana menerapkan perpustakaan hiybrid.  Menurut Makmur (2015:39) mengatakan perpustakaan hiybrid merupakan bentuk perpaduan antara perpustakaan tradisional dan perpustakaan digital yang diterapkan dalam bersamaan dalam memenuhi kebutuhan pengguna serta masa transisi untuk menuju perpustakaan berbasis digital. Sehingga disana masih menyediakan video, buku dan audio seperti layaknya perpustakaan pada umumnya. Namun terdapat perbedaan dari segi penyimpanan koleksinya yang berubah lebih modern, serta pada rak, meja, kursi  dan lainnya di desain dengan lebih menarik sehingga tidak terlihat monoton.
            Layanan kepada pemustaka diberikan dengan sangat baik, dari mulai anak-anak sampai lansia akan mendapatkan layanan khusus yang akan membuat mereka nyaman, aman dan senang. Seperti halnya layanan yang paling diunggulkan di “Taipei City Library” yaitu menawarkan layanan check out dan check in selama 24 jam. Selain itu juga terdapat sebuah ruangan baca istimewa dengan desain multikultural yang disebut "Slow Reading".
            Dari penjelasan mengenai “Taipei City Library” maka dapat kita ambil positifnya dalam membangun a library of the future yang baik, kunci utamanya yaitu dengan selalu memperdulikan semua aspek dari yang terkecil sampai terbesar.

                                       Sumber : www.youtube.com/watch?v=zO5szDvmU3Q


Daftar Pustaka
Makmur, Testiani. (2015). Perpustakaan Era Keterbukaan Informasi Publik. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Qalyubi, Syihabuddin. (2007). Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Yogyakarta: UIN 
         Sunan Kalijaga.
www.youtube.com/watch?v=zO5szDvmU3Q (diakses tanggal 24 Februari 2018)

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 komentar:

  1. so, perlu dijelaskan lagi impact dan konsep yang perlu di-disain oleh para pustakawan di Indonesia.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus