Short Message Service (SMS) Caster Pengingat Keterlambatan Pemustaka



Short Message Service (SMS) Caster Pengingat Keterlambatan Pemustaka



 



Suatu perpustakaan tidak bisa lepas dari pemustaka, hal ini disebabkan tanpa ada pemustaka nilai guna perpustakaan tidak berfungsi. Hubungan antara perpustakaan dengan pemustaka tergolong pada tahapan sebuah generasi, salah satunya yaitu generasi II yang membahas tentang pemustaka. Pada pelaksanaan perpustakaan yang selalu berkaitan dengan pemustaka adalah kegiatan pada layanan sirkulasi. Qalyubi (2007, 221) mengatakan layanan sirkulasi merupakan salah satu jasa perpustakaan yang pertama kali berhubungan langsung dengan pengguna perpustakaan. Kegiatan yang dilakukan pada layanan ini adalah peminjaman dan pengembalian buku.
                Salah satu faktor bahwa perpustakaan berkembang yaitu jika terdapat banyak pemustaka yang melakukan peminjaman, karena dengan banyaknya peminjam maka koleksi yang terdapat pada perpustakaan dapat memenuhi kebutuhan pemustaka. Tetapi yang terlihat tidaklah seindah yang dibayangkan, tugas pustakawan dalam hal ini bukanlah hanya membuat pemustaka meminjam buku saja. Seperti yang dijelaskan tadi selain peminjaman ada yang namanya pengembalian. Disinilah tantangan bagi pustakawan untuk bisa menertibkan proses pengembalian agar tidak ada yang terlambat mengembalikan buku. Keterlambatan akan menghasilkan sebuah sanksi, tujuan  dikenakan   sanksi   ini   diharapkan   kedisiplinan tetap terjaga dan memiliki rasa bertanggung jawab pada pemustaka.
Untuk mencegah terjadinya keterlambatan pengembalian maka perlu adanya pengingat, maksud pengingat  disini  berarti  ada  yang  mengingatkan  dan  yang  diperingatkan. Perkembangan teknologi membuat banyak terciptanya alat komunikasi yang bisa digunakan sebagai pengingat seperti handpone, jam tangan dan lain-lain. Dari situ dapat diaplikasikan kedalam kegiatan layanan sirkulasi,   dengan harapan adanya pengingat ini,   berfungsi   sebagai   pengingat   pemustaka yang terlambat mengembalikan koleksi perpustakaan. Solusi dalam mencegah keterlambatan pada pemustaka maka bisa menggunakan  aplikasi   SMS   Caster.
Menurut Nahar (2012) mengatakan adapun perangkat   yang   dibutuhkan   dalam   melakukan   pengingat   keterlambatan   dengan apilkasi SMS Caster ini yaitu seperangkat komputer, modem, SIM Card serta satu hal lagi  yang  terpenting  yaitu  dibutuhkannya  database pemustaka  yang  berisi  data  peminjaman  dan  nomor  handphone  pemustaka  karena  tanpa  adanya  database ini tidak memungkinkan untuk    dilakukannya pengingat keterlambatan  dengan  menggunakan SMS.
Proses penggunaan aplikasi  SMS  yaitu bagi data pemustaka yang  masa  pinjamannya  akan  berakhir, pemustaka akan dikirimi  SMS  peringatan.  Untuk  itu  perlu  diambilkan  dari  database  otomasi  perpustakaan.  Database  ini  kemudian  dimasukkan  dalam aplikasi  SMS  yang  kemudian  dilakukan  proses  broadcast  SMS  kepada  seluruh  pengguna  yang masa peminjamannya akan berakhir, biasanya pengiriman SMS ini pada H-2.
Hasil dari diterapkannya aplikasi SMS Caster dapat meminimalisir keterlambatan pengembalian koleksi. Menurut Harumiaty (2014) mengatakan Pengingat melalui SMS ini  mendapat respon yang positif dari pemustaka, dengan adanya program ini pemustaka sangat terbantu agar tidak terlambat mengembalikan koleksi. Ini terbukti dengan banyaknya balasan SMS masuk sebagai tanggapan bahwa mereka berterima kasih telah diingatkan, respon ini juga ditunjukkan   oleh   angka   keterlambatan   yang   mengalami   penurunan pada suatu perpustakaan. Jadi dapat disimpulkan pada permasalahan yang dialami oleh generasi II dapat diatasi dengan penggunaan aplikasi Short Message Service (SMS) Caster.

Daftar Bacaan
Harumiaty, Nurma. 2014. Evaluasi Tingkat Keterlambatan Pengembalian Koleksi Sebelum  dan Sesudah  Menggunakan Program Short Message Service (Sms) Peringatan Di Perpustakaan Universitas Airlangga. http://repository.unair.ac.id/36/1/gdlhub-gdl-res-2015-nurmaharum-41076-evaluasi--.pdf. Diunduh (1 Maret 2018).
Nahar, Annuh Liwan. 2012. Pemanfaatan Short Message Service (SMS) Untuk Mengurangi Angka Keterlambatan Pengembalian Koleksi Perpustakaan. Surabaya: STMIK. http://sir.stikom.edu/295/1/Annuh%20Liwan%20N.%20%28060627%29%20-%20Pemanfaatan%20Short%20Message%20Service%20%28SMS%29%20untuk%20Mengurangi%20Angka%20Keterlambatan%20Pengembalian%20Koleksi%20Perpustakaan.pdf. Diunduh (1 Maret 2018).
Qalyubi, Syihabyddin. 2007. Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga. 

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 komentar:

  1. mungkin akan menarik kalau aplikasinya bisa dikembangkan sehingga tidak hanya media SMS saja yang dapat digunakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju pak, karena teknologi terus berkembang mungkin bisa dikembangkan lagi dengan aplikasi yg lebih canggih, namun untuk apliikasi SMS Caster ini bisa dilakukan di perpustakaan sekolah dulu, karena kebanyakan perpustakaan sekolah masih menggunakan surat untuk mengingatkan keterlambatan pemustaka.

      Hapus